Assalamualaikum Wr. Wb.,

Selamat Datang di Website Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo.
Website ini merupakan wahana informasi, komunikasi, kreasi, dan prestasi yang berhubungan dengan madrasah kami.
Di samping itu, kami sampaikan pula wacana yang berhubungan dengan Islam dan pembelajaran.
Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Wassalamualaikum Wr.Wb.
Admin

29 April 2009

Pendidikan sebagai Modal Besar Pembangunan Berkelanjutan

Jakarta, Rabu (29 April 2009) -- Pendidikan terutama di bidang sains, teknologi, dan seni merupakan modal besar untuk menjamin agar pembangunan terjaga keberlanjutannya. Harus dipikirkan bagaimana sains, teknologi, dan seni dapat membuat semua penduduk Indonesia dan juga dunia sadar bahwa keberlangsungan kehidupan bumi harus dijaga.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal, selaku Ketua Panitia Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) mengatakan, pendidikan untuk menjamin pembangunan yang berkelanjutan telah dimasukkan ke dalam berbagai kegiatan peringatan Hardiknas 2009. "Pada akhirnya semua hal yang dilakukan di bidang sains, teknologi, dan seni diharapkan dapat meningkatkan daya saing bangsa. Apalagi seni sangat menentukan di bidang kreativitas, " katanya saat memberikan keterangan pers di Depdiknas, Jakarta, Rabu (29/04/2009) .

Fasli mengatakan, peringatan Hardiknas dengan tema Pendidikan Sains, Teknologi, dan Seni Menjamin Pembangunan Berkelanjutan dan Meningkatkan Daya Saing Bangsa akan dirangkai dengan berbagai kegiatan. Dia menyebutkan, upacara peringatan Hardiknas akan dilaksanakan di kantor Depdiknas, Jakarta pada Sabtu, 2 Mei 2009. Upacara juga akan dilaksanakan secara serentak di kantor dinas pendidikan provinsi, kabupaten, dan kota, serta sekolah di seluruh Indonesia.

Usai upacara peringatan, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo, akan menyematkan Satya Lencana Karya Satya kepada 109 pegawai di lingkungan Depdiknas yang mempunyai dedikasi dan loyalitas tinggi dengan masa kerja 10 hingga 30 tahun. Acara lain adalah pemberian penghargaan diantaranya pemilihan masyarakat berprestasi, gubernur berprestasi, daerah berprestasi, siswa berprestasi, dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. "Puncak peringatan akan diselenggarakan bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pemda Jawa Barat," katanya.

Fasli menyampaikan, pemerintah akan menaikkan jumlah mahasiswa yang masuk ke bidang sains dari lima persen menjadi sepuluh persen. Dia mengatakan, upaya untuk meningkatkan minat siswa terhadap sains akan dilakukan dengan memberikan insentif melalui berbagai lomba - lomba, studi banding, dan fasilitas laboratorium canggih. "Di sekolah sudah diajarkan cuma minat mereka kadang bervariasi. Kita ingin memastikan agar sains ini diajarkan dnegan menyenangkan dan difasilitasi dengan berbagai peralatan multimedia.

Lebih lanjut Fasli mengatakan, pemerintah akan memberikan penghargaan bagi guru - guru yang berhasil menemukan metode pembelajaran yang bagus. Kemudian, kata dia, lomba - lomba olimpiade akan diperbanyak dan akan membawa juara nasional ke tingkat internasional.
Terkait dengan pendidikan seni, Fasli mengatakan, seni merupakan potensi nasional yang luar biasa. Menurut dia, produk - produk seni seperti seni pertunjukkan selalu mendapatkan apresiasi yang luar biasa saat ditampilkan di luar negeri. Pada 2009, kata dia, pemerintah memberikan bantuan (blockgrant) sebanyak Rp.1 milyar kepada pendidikan tinggi seni dan Rp.500 juta kepada pendidikan tinggi umum. Kuota yang diberikan sebanyak masing - masing lima untuk pendidikan tinggi seni dan lima pendidikan tinggi umum. "Satu sudah diputuskan yakni tim Sekolah Tinggi Seni Indonesia Padang Panjang akan dikirim ke Pekan Seni Pasar Tongtong di Belanda," katanya.

Rektor ITB Djoko Santoso menyampaikan, puncak peringatan Hardiknas 2009 akan diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat pada 14 Mei 2009. Direncanakan, acara akan dihadiri oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono. "Selanjutnya, Bapak Presiden akan meresmikan beberapa proyek pembangunan di Jawa Barat," katanya.

Djoko mengatakan, acara akan dirangkai dengan kegiatan pameran yang akan menampilkan riset - riset unggulan berbagai perguruan tinggi termasuk sekolah menengah kejuruan (SMK). "ITB sendiri akan menampilkan pameran fokus penelitian, yakni energi berkelanjutan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), bioteknologi, desain dan seni, serta infrastruktur. Akan dipamerkan juga toko buku mobil," katanya.***

Sumber: Pers Depdiknas

Depdiknas-Universitas Brawijaya Teken MoU Penerimaan Siswa Berprestasi

Jakarta, Selasa (7 April 2009) -- Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dalam hal ini Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Mandikdasmen) dan Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama (MoU) tentang penerimaan siswa berprestasi.

Pada penandatanganan MoU yang dilakukan pada Selasa (7/03/2009) di Depdiknas, Jakarta oleh Direktur Jenderal Mandikdasmen Suyanto dan Rektor Unibraw Yogi Sugito disepakati untuk memberikan kesempatan kepada peraih medali olimpiade tingkat nasional untuk melanjutkan pendidikan sarjana (S1) di Unibraw.

Suyanto mengatakan, siswa yang yang secara berjenjang terseleksi dan mendapatkan medali harus mendapatkan insentif akademik maupun finansial. Secara akademik, kata dia, siswa tidak boleh mengalami hambatan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. "Institusi pendidikan yang dibiayai APBN dan APBD wajib menerima mereka," katanya.

Menurut Suyanto, kerjasama ini merupakan langkah strategis untuk mengimplementasikan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa. Sebelumnya, kata dia, Depdiknas telah melakukan MoU yang sama dengan Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung. "Sejak awal perlu dipahami bahwa mereka (peraih medali) diperlakukan diterima bebas tanpa tes sesuai peraturan akademik masing - masing perguruan tinggi. Rekruitmen perguruan tinggi saya kira harus berubah mindset-nya ketika menghadapi anak - anak pemenang olimpiade," katanya.

Suyanto menambahkan, saat ini sedang dipersiapkan peraturan presiden agar para peraih medali di tingkat internasional dapat melanjutkan sekolah di manapun sampai dengan jenjang doktor (S3) bagi peraih medali emas, jenjang pasca sarjana (S2) bagi peraih medali perak, dan jenjang sarjana (S1) bagi peraih medali perunggu. "Pemda wajib juga memberi beasiswa untuk tingkat - tingkat nasional terlebih lagi di tingkat dunia," katanya.

Yogi mengatakan, Unibraw sejak 1995 telah melakukan penjaringan siswa berprestasi (PSB) untuk bidang akademik seperti juara - juara olimpiade dan nonakademik seperti olah raga dan seni. Dia menyebutkan, daya tampung penerimaan mahasiswa 2009 sebanyak 9.000 mahasiswa di 11 fakultas. Sebanyak 2.000 ditujukan untuk PSB. "Kami melakukan kemitraan se Indonesia ke 33 provinsi melalui penjaringan jalur kemitraan daerah, pelatnas, dan klub - klub daerah," katanya.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas Ditjen Mandikdasmen Sungkowo Mudjiamanu menyebutkan, setiap tahun Depdiknas menyelenggarakan kegiatan olimpiade bagi siswa diantaranya adalah Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN), dan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Untuk OSN, kata dia, dari 900 siswa tersaring sebanyak 240 siswa yang dapat dikirimkan ke perguruan tinggi terpilih di Indonesia.***

Sumber: Pers Depdiknas